Part 1
Tokoh: - Farani (Javier Prevost) Paris
- Esa (Sikaku Mitsu) Tokyo
- Esa (Sikaku Mitsu) Tokyo
-Wulan (Mercy Petit) Paris
-Alma (Choi Soo Hwa) Seoul
*Author POV*
Suatu Malam
di Paris, udara malam sangat sejuk, Javier sedang duduk-duduk ditaman sambil
menunggu temannya. Javier ada janji dengan temannya.
“Lama sekali dia..Aku harus menunggu berapa
lama lagi sih?”
Javier pun mengeluarkan buku kesayangannya ‘Autumn in PARIS’ Saat membuka halaman
pertama..
“Bonsoir
Javier..Sorry terlambat, aku Ketiduran .Hehe”
“Kali ini
kumaafkan Nyonya Mercy Petit si Putri Tidur….”
“Hahaha..Maafkan
aku..Sekarang kita mau ngapain?”
“sekarang….tanggal
6 kan? ……” Javier mencoba mengingatkan.
“TODAY IT’S
MY BIRTHDAY..!!!” Muka Mercy terlihat lebih gembira.
Ya..Hari ini adalah ulangtahunnya jadi Javier meneraktirnya..
“Siap??”
“Untuk apa??” Mercy terlihat bingung.
“Meneraktirmu…..”
“HORAAAYYYYYY!!!” Mercy pun terlihat sangat gembira.. Ini tahun ke-4 dia merayakan ulangtahunnya bersama sahabatnya Javier di Paris. Memang mereka satu Apartemnt dan mereka berdua sangat dekat bagaikan saudara.
Ya..Hari ini adalah ulangtahunnya jadi Javier meneraktirnya..
“Siap??”
“Untuk apa??” Mercy terlihat bingung.
“Meneraktirmu…..”
“HORAAAYYYYYY!!!” Mercy pun terlihat sangat gembira.. Ini tahun ke-4 dia merayakan ulangtahunnya bersama sahabatnya Javier di Paris. Memang mereka satu Apartemnt dan mereka berdua sangat dekat bagaikan saudara.
*Di
Restoran*
Mereka
berdua pun memesan makanan, sambil menunggu pesanan seprti biasa mereka berdua
mengobrol bersama..Memang muka Mercy dan Javier hampir mirip, hanya poninya
saja yang membedakan mereka.Mereka seprti saudara kembar..Tapi tidakk.. Mereka
beda ayah dan ibu..Haha.
“Mercy……”
“Mercy……”
“Ya..
Javier?? Btw, thanks ya untuk dinernya.. Aku sangat menyukainya”
“pas de problem(TidakMasalah) Kau kan sahabatku..”
Belum lama mereka berbincang tiba-tiba saja seorang pelayan menghampiri mereka, dan makannan mereka sudah siap. Javier dan Mercy melahap makanannya. Mereka berdua terlihat bahagia.
*Javier POV*
‘Senang sekali diriku meliahat sahabatku gembira’ Batinku.
“pas de problem(TidakMasalah) Kau kan sahabatku..”
Belum lama mereka berbincang tiba-tiba saja seorang pelayan menghampiri mereka, dan makannan mereka sudah siap. Javier dan Mercy melahap makanannya. Mereka berdua terlihat bahagia.
*Javier POV*
‘Senang sekali diriku meliahat sahabatku gembira’ Batinku.
“Hey! Kau
kenapa? Kok melamun? Cepat habiskan makananmu..Ini enak sekali..”
“Tidak ada
apa-apa..kau mengagetiku saja..”Aku memang senang melihatnya gembira. Karna akhir-akhir
ini dia memang habis putus cinta.. Dia diputuskan oleh pacarnya, padahal mereka
berdua sudah menjalin cinta selama dua tahun, tak kusangka kisah cinta mereka
berakhir begitu saja.
Saat makanan kami sudah habis, aku ingin member Mercy satu kejutan lagi, yaitu mengajak dia ke atas Eiffel Tower dan memberikan kado yang sudah aku beli sejak pagi.
“Jangan pergi dulu..” Kataku sambil menghentika langkah Mercy.
“Memangnya kita ingin kemana lagi?”
“Hmmmmm.. ada satu kejutan lagi untukmu..”
“Benarkah???” Kata Mercy seolah dia tidak percaya.
Saat makanan kami sudah habis, aku ingin member Mercy satu kejutan lagi, yaitu mengajak dia ke atas Eiffel Tower dan memberikan kado yang sudah aku beli sejak pagi.
“Jangan pergi dulu..” Kataku sambil menghentika langkah Mercy.
“Memangnya kita ingin kemana lagi?”
“Hmmmmm.. ada satu kejutan lagi untukmu..”
“Benarkah???” Kata Mercy seolah dia tidak percaya.
“Yaaa..Bisa
ikut aku??”
*Mercy POV*
Tak kusangka Javier begitu baik padaku..sampai-sampai dia memberikan dua kejutan dalam satu malam, kalian bisa bayangkan satu kejutan saja sudah membuatku gembira seperti ini apalagi dua?? Tapi bisa kubayangkan. Aku mengikuti kemana Javier membawaku pergi.. Ternyata.. dia membawaku ke Eiffel Tower.. Sungguh menabjukan. Aku disuruh naik ke atas bersamanya. Saar diriku memandangi kota Paris……..
“Mercy….” Kata Javier yang membuyarkan lamunanku.
“Ya?”
“Ini untukmu..”
Javier memberiku sebuah kotak kecil..
“Untukku? Sungguh?”
*Mercy POV*
Tak kusangka Javier begitu baik padaku..sampai-sampai dia memberikan dua kejutan dalam satu malam, kalian bisa bayangkan satu kejutan saja sudah membuatku gembira seperti ini apalagi dua?? Tapi bisa kubayangkan. Aku mengikuti kemana Javier membawaku pergi.. Ternyata.. dia membawaku ke Eiffel Tower.. Sungguh menabjukan. Aku disuruh naik ke atas bersamanya. Saar diriku memandangi kota Paris……..
“Mercy….” Kata Javier yang membuyarkan lamunanku.
“Ya?”
“Ini untukmu..”
Javier memberiku sebuah kotak kecil..
“Untukku? Sungguh?”
“Ya..
Bukalah..”
saat ku membukanya, kulihat sebuah jam tangan kecil yang sangat indah.. Jujur saja aku sangat menginginkan jam ini.. tapi Javier membelikannya untukku.. dia memang sangat baik…
“Waaaahhhh..Indah sekali Javier..Merci(TerimaKasih)”
“Iyaa..Kau bisa lihat belakangnya..”
Saat ku membalikan jam itu…….Kulihat sebuah foto.. ada 4 orang disana ada aku, Javier.. dan 2 lagi sepertinya kukenal…
“Aku, Kamu… dan siapa 2 orang ini?”Kataku bingung..
“Itu WAFE……….”
“WAFE?????????”
Bersambung…
saat ku membukanya, kulihat sebuah jam tangan kecil yang sangat indah.. Jujur saja aku sangat menginginkan jam ini.. tapi Javier membelikannya untukku.. dia memang sangat baik…
“Waaaahhhh..Indah sekali Javier..Merci(TerimaKasih)”
“Iyaa..Kau bisa lihat belakangnya..”
Saat ku membalikan jam itu…….Kulihat sebuah foto.. ada 4 orang disana ada aku, Javier.. dan 2 lagi sepertinya kukenal…
“Aku, Kamu… dan siapa 2 orang ini?”Kataku bingung..
“Itu WAFE……….”
“WAFE?????????”
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar